Sebelum membangun rumah, salah satu hal yang perlu dipahami adalah cara menghitung borongan rumah per meter persegi. Perhitungan ini dapat membantu calon pemilik rumah mendapatkan gambaran awal mengenai kebutuhan biaya berdasarkan luas bangunan.
Sistem borongan banyak digunakan karena biaya pembangunan dapat diperkirakan sejak awal. Namun, harga borongan per meter persegi tidak bisa dilihat hanya dari angka yang ditawarkan. Pemilik rumah juga perlu mengetahui apa saja yang termasuk dalam harga tersebut, terutama apakah harga hanya mencakup tenaga kerja atau sudah termasuk material.
Apa yang Dimaksud Borongan Rumah per Meter Persegi?
Borongan rumah per meter persegi adalah metode memperkirakan biaya pembangunan berdasarkan luas bangunan.
Rumus sederhananya:
Total biaya borongan = luas bangunan × harga borongan per m²
Sebagai contoh, jika luas bangunan 100 m² dan harga borongan yang ditawarkan Rp4.000.000 per m², maka:
100 × Rp4.000.000 = Rp400.000.000
Jadi perkiraan biaya berdasarkan harga tersebut adalah Rp400 juta.
Metode Cara Menghitung Borongan Rumah per Meter Persegi memang umum digunakan sebagai estimasi awal. Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih detail, tetap diperlukan RAB berdasarkan gambar dan spesifikasi pekerjaan.
Cara Menghitung Borongan Rumah per Meter
Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum menghitung biaya borongan.
1. Hitung Luas Bangunan
Pertama, tentukan luas bangunan yang akan dikerjakan.
Misalnya:
- Luas lantai 1 = 70 m²
- Luas lantai 2 = 50 m²
Maka total luas bangunan:
70 + 50 = 120 m²
Yang digunakan untuk menghitung biaya adalah luas bangunan, bukan luas tanah.
Misalnya tanah memiliki luas 120 m², tetapi bangunannya hanya 80 m², maka perhitungan borongan menggunakan 80 m².
2. Tentukan Jenis Borongan
Ini merupakan bagian yang sangat penting.
Secara umum, pemilik rumah akan menemukan dua jenis penawaran:
Borongan tenaga
Harga hanya mencakup jasa tukang atau tenaga kerja. Material biasanya disediakan oleh pemilik rumah.
Borongan tenaga dan material
Harga sudah mencakup pekerjaan tenaga sekaligus material sesuai spesifikasi dan lingkup pekerjaan yang disepakati.
Perbedaan ini dapat membuat harga per meter terlihat sangat jauh. Karena itu, jangan membandingkan dua penawaran hanya berdasarkan nominal per m² apabila cakupannya berbeda.
Contoh Menghitung Borongan Tenaga
Misalnya luas rumah:
100 m²
Harga borongan tenaga:
Rp1.000.000/m²
Maka:
100 × Rp1.000.000 = Rp100.000.000
Perkiraan biaya tenaga adalah Rp100 juta.
Namun, material seperti semen, pasir, besi, bata ringan, keramik, cat, dan material lainnya masih perlu disediakan secara terpisah.
Angka tersebut hanya contoh perhitungan. Harga tenaga dapat berbeda berdasarkan lokasi, tingkat kesulitan, jenis bangunan, dan kesepakatan pekerjaan.
Contoh Menghitung Borongan Full Material
Misalnya kontraktor menawarkan borongan termasuk material dengan harga:
Rp4.500.000/m²
Luas bangunan:
100 m²
Maka:
100 × Rp4.500.000 = Rp450.000.000
Secara sederhana, estimasi biaya menjadi Rp450 juta.
Namun, tetap perlu diperiksa spesifikasi material dan pekerjaan yang termasuk di dalam harga tersebut.
Sebagai gambaran, referensi biaya konstruksi 2026 menunjukkan bahwa kisaran borongan full material dapat berbeda cukup lebar berdasarkan kelas spesifikasi bangunan.
Cara Menghitung Borongan Rumah 2 Lantai
Untuk rumah 2 lantai, luas bangunan dihitung dari seluruh lantai.
Contoh:
Lantai 1 = 60 m²
Lantai 2 = 60 m²
Total luas:
120 m²
Jika harga borongan adalah Rp4.500.000/m²:
120 × Rp4.500.000 = Rp540.000.000
Jadi estimasi awalnya adalah Rp540 juta.
Tetapi rumah 2 lantai tidak sebaiknya dihitung hanya dari luas. Struktur bangunan perlu diperhitungkan dengan baik karena terdapat pondasi, kolom, balok, plat lantai, tangga, dan pekerjaan struktur lainnya.
Karena itu, harga borongan rumah 2 lantai dapat berbeda dari rumah 1 lantai meskipun luas lantainya sama.
Apa Saja yang Harus Ditanyakan kepada Kontraktor?
Sebelum menyetujui harga borongan, jangan hanya bertanya:
“Berapa harga per meternya?”
Lebih penting menanyakan:
- Apakah material sudah termasuk?
- Apa spesifikasi materialnya?
- Apakah pondasi termasuk?
- Apakah struktur beton termasuk?
- Apakah atap termasuk?
- Apakah lantai dan plafon termasuk?
- Apakah pintu dan jendela termasuk?
- Apakah instalasi listrik termasuk?
- Apakah instalasi air termasuk?
- Apakah pengecatan termasuk?
- Apakah sanitair termasuk?
- Apakah ada pekerjaan yang dihitung terpisah?
Dengan mengetahui lingkup pekerjaan, Anda dapat membandingkan penawaran secara lebih adil.
Jangan Hanya Membandingkan Harga per Meter
Misalnya ada dua penawaran:
Kontraktor A: Rp3,8 juta/m²
Kontraktor B: Rp4,5 juta/m²
Sekilas kontraktor A terlihat lebih murah.
Tetapi ternyata kontraktor A menggunakan spesifikasi material standar dan belum memasukkan beberapa pekerjaan, sedangkan kontraktor B sudah memasukkan material yang lebih tinggi serta pekerjaan yang lebih lengkap.
Dalam kondisi seperti ini, harga per meter saja tidak cukup untuk menentukan pilihan.
Yang perlu dibandingkan adalah:
harga + spesifikasi + volume pekerjaan + lingkup pekerjaan.
Mengapa RAB Tetap Dibutuhkan?
Perhitungan per meter persegi sangat berguna untuk estimasi awal, tetapi RAB dapat memberikan gambaran yang jauh lebih detail.
RAB biasanya memuat:
- Pekerjaan persiapan
- Pekerjaan tanah
- Pondasi
- Struktur
- Dinding
- Atap
- Lantai
- Plafon
- Kusen dan pintu
- Instalasi listrik
- Instalasi air
- Sanitair
- Pengecatan
- Pekerjaan finishing lainnya
Setiap pekerjaan kemudian dihitung berdasarkan volume dan harga satuan.
Dengan Cara Menghitung Borongan Rumah per Meter Persegi tersebut, pemilik rumah dapat mengetahui ke mana anggaran pembangunan dialokasikan.
Contoh Simulasi Budget
Misalnya seseorang memiliki budget Rp500 juta dan ingin membangun rumah seluas 100 m².
Jika estimasi borongan adalah Rp4 juta/m²:
100 × Rp4 juta = Rp400 juta
Masih terdapat sisa Rp100 juta dari budget.
Tetapi sisa tersebut jangan langsung dianggap sebagai keuntungan atau dana yang bebas digunakan.
Perlu diperiksa apakah ada pekerjaan di luar paket, biaya desain, pekerjaan tambahan, perizinan, pekerjaan halaman, pagar, carport, utilitas, atau kebutuhan lain.
Dengan demikian, budget Rp500 juta sebaiknya tetap direncanakan secara keseluruhan.
Cara Memilih Sistem Borongan yang Tepat
Sistem borongan cocok bagi pemilik rumah yang ingin memiliki gambaran biaya pekerjaan sejak awal dan tidak ingin mengelola pembelian material serta tenaga kerja secara terpisah.
Namun, kontrak harus dibuat dengan jelas.
Pastikan terdapat informasi mengenai:
- luas bangunan;
- gambar kerja;
- spesifikasi material;
- lingkup pekerjaan;
- harga total;
- tahapan pembayaran;
- jadwal pekerjaan;
- pekerjaan tambahan;
- perubahan desain;
- serta ketentuan apabila terjadi perubahan pekerjaan.
Semakin jelas kesepakatannya, semakin kecil kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman selama proyek berlangsung.
Kesimpulan
Cara menghitung borongan rumah per meter persegi pada dasarnya cukup sederhana:
Luas bangunan × harga borongan per m² = estimasi biaya
Namun, angka tersebut baru menjadi gambaran awal.
Sebelum memilih kontraktor, pastikan terlebih dahulu apakah harga merupakan borongan tenaga saja atau borongan tenaga dan material. Periksa juga spesifikasi material serta lingkup pekerjaan yang termasuk.
Untuk perencanaan yang lebih akurat, gunakan gambar kerja dan RAB sebagai dasar perhitungan.
Jika Anda ingin mengetahui kisaran dan pembahasan lebih lengkap mengenai harga jasa borongan rumah 2 lantai per m², Anda dapat melihat halaman utama tersebut sebagai referensi.


